Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
PPU

Investasi Masa Depan: PPU Menjadi Calon Lokasi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

109
×

Investasi Masa Depan: PPU Menjadi Calon Lokasi Prioritas Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Sebarkan artikel ini

Artanews.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam mendongkrak mutu pendidikan di serambi Ibu Kota Negara membuahkan hasil manis di tingkat nasional. Kabupaten PPU resmi ditetapkan sebagai salah satu calon lokasi prioritas untuk pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026.

Kepastian ini mengemuka saat Bupati PPU, Mudyat Noor, menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan SNT 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Forum nasional yang mempertemukan para kepala daerah ini berlangsung di Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang, Kamis (11/6/2026).

Agenda strategis yang dihelat selama tiga hari (10–12 Juni 2026) tersebut dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI), Gogot Suharwoto.

Masuknya PPU dalam daftar wilayah prioritas ini merupakan buah dari proses panjang, setelah tim Kemendikdasmen merampungkan rangkaian asesmen ketat serta verifikasi lapangan terhadap usulan lokasi yang diajukan oleh pemkab setempat.

Merespons penetapan tersebut, Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa Kabupaten PPU berada dalam posisi siap tempur untuk menyukseskan dan menjadi daerah percontohan program prestisius ini. Menurutnya, SNT akan menjadi angin segar yang mendobrak sekat-sekat kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan.

“Kami sangat menyambut baik amanah ini. Sasaran utama kami melalui Program SNT adalah memberikan jaminan bagi anak-anak berprestasi di setiap kecamatan agar bisa mengenyam pendidikan gratis berkualitas tinggi, tanpa harus terhalang oleh latar belakang ekonomi maupun sosial mereka,” ujar Bupati PPU, Mudyat dengan optimis.

Lebih lanjut, Bupati Mudyat memandang kehadiran SNT bukan semata-mata soal proyek pembangunan fisik sekolah, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang tak ternilai bagi daerah. Program ini diyakini mampu meratakan akses pendidikan berkualitas di PPU, mengikis disparitas antar wilayah, sekaligus mencetak generasi muda Benuo Taka yang unggul dan siap bersaing secara global.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen PAUD, Dikdas, dan PNFI, Gogot Suharwoto, dalam arahannya mengingatkan bahwa cetak biru SNT melampaui urusan semen dan batu bata. Ia menyebut program ini sebagai sebuah gerakan jangka panjang yang menuntut konsistensi.

“SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan sebuah komitmen bersama yang melintasi waktu dan lintas sektor. Di sinilah peran krusial pemerintah daerah, yakni sebagai penggerak sekaligus mitra strategis yang menjembatani kolaborasi demi menjawab tantangan pendidikan di daerah masing-masing,” papar Gogot.

Ia pun mengetuk pintu kesadaran seluruh pemangku kepentingan untuk merawat komitmen kolektif ini demi menghadirkan standar pendidikan kelas wahid bagi anak-anak Indonesia hingga ke pelosok daerah.

Sebagai informasi, rapat koordinasi tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Menengah, Dr. Eko Susanto. Selain PPU, tercatat ada 25 kepala daerah kabupaten/kota lain dari seluruh Indonesia yang turut diundang karena wilayahnya masuk dalam nominasi calon lokasi Program SNT 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *