Artanews.id – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus bergegas memoles kualitas pelayanan publiknya agar semakin prima. Langkah akselerasi ini diwujudkan melalui agenda Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2026. Genderang dimulainya evaluasi ini ditandai dengan pembukaan resmi kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan PEKPPP oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab PPU, Charul Rozikin. Acara tersebut dilangsungkan di Aula Lantai Tiga Kantor Bupati PPU, Senin (22/6/2026).
Dalam pidato arahannya, Charul menegaskan fondasi utama pemerintahan: pelayanan publik adalah wajah asli dari sebuah birokrasi. Indikator ini bersentuhan langsung dan menjadi barometer tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Kualitas pelayanan yang kita hadirkan secara langsung menentukan tingkat trust atau kepercayaan masyarakat. Seiring dengan tuntutan publik yang makin dinamis, pemerintah menjadikan instrumen PEKPPP ini sebagai tolok ukur transformasi pelayanan yang lebih prima, transparan, serta akuntabel,” urai Charul.
Untuk penyelenggaraan PEKPPP 2026 ini, Pemkab PPU mematok target rasional namun ambisius. Sedikitnya 30 persen dari total Organisasi Penyelenggara Pelayanan Publik (OPP) di lingkup pemerintah daerah diwajibkan ikut serta.
Charul mewanti-wanti, angka tersebut tidak boleh dimaknai sebagai upaya menggugurkan kewajiban administratif semata.
“Angka 30 persen ini bukan sekadar target di atas kertas. Ini adalah langkah strategis kita untuk memastikan adanya representasi yang kuat, guna memotret kondisi riil pelayanan publik di daerah kita secara menyeluruh dan komprehensif,” tegasnya.
Instrumen PEKPPP, lanjut Charul, harus dilihat sebagai cermin untuk evaluasi mandiri bagi setiap unit kerja, sehingga mereka bisa mengidentifikasi celah-celah pelayanan yang masih perlu ditambal.
Fokus utamanya adalah mendobrak paradigma lawas. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut bertransformasi; tidak lagi sekadar patuh pada prosedur yang kaku, melainkan harus berorientasi mutlak pada kepuasan masyarakat selaku pengguna layanan.
“Prinsipnya satu: pastikan setiap kebijakan yang kita ambil itu mempermudah akses masyarakat, bukan sebaliknya justru menyulitkan,” pesan Charul dengan nada tegas.
Sebelum meresmikan acara, Charul mendorong seluruh OPD untuk berani berinovasi dan membudayakan kolaborasi antar-instansi guna saling berbagi praktik kerja terbaik (best practices).
Ia pun menginstruksikan para peserta sosialisasi untuk menyerap materi secara saksama, aktif berdiskusi membedah setiap indikator penilaian PEKPPP, dan segera menyiapkan data pendukung yang akurat serta berintegritas tinggi.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan PEKPPP Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga ikhtiar kita mengerek kualitas pelayanan publik ini dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” pungkas Charul menutup arahannya.














