Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Terkini

Bupati PPU Menyerahkan Kunci 21 Rumah Relokasi Korban Kebakaran Pasar ITCI Pada Safari Jumat di Maridan

91
×

Bupati PPU Menyerahkan Kunci 21 Rumah Relokasi Korban Kebakaran Pasar ITCI Pada Safari Jumat di Maridan

Sebarkan artikel ini

Artanews.id – Bupati PPU, Mudyat Noor, memimpin langsung prosesi serah terima 21 unit rumah relokasi tersebut kepada warga terdampak bencana kebakaran pasar ITCI Kilometer 5, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku yang terjadi pada November 2022 lalu. Penyerahan kunci secara simbolis ini dilangsungkan di sela-sela agenda Safari Jumat Pemkab PPU yang berpusat di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Jumat (12/6/2026).

Dalam arahannya, Mudyat menegaskan bahwa realisasi program relokasi ini adalah wujud nyata komitmen dan tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah.

“Harapan masyarakat tentu selalu menjadi prioritas pemerintah. Namun, kita juga harus bijak menyikapi kondisi serta kapasitas fiskal daerah, agar pembangunan berjalan berkeadilan. Prinsip utamanya: persoalan yang sudah ada harus dituntaskan, jangan sampai penyelesaiannya justru memicu masalah baru,” tegasnya di hadapan warga.

Ia menggarisbawahi, fokus pembangunan Pemkab PPU tidak hanya mengejar proyek infrastruktur semata, tetapi juga wajib menyentuh aspek sosial kemanusiaan, seperti penyediaan hunian layak bagi korban bencana.

Tragedi kebakaran Pasar Maridan pada November 2022 lalu diketahui tak hanya meluluhlantakkan puluhan kios, tetapi juga rumah-rumah warga yang mulanya berdiri di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI Kartika Utama. Sebagai solusi permanen, warga direlokasi ke kawasan yang lebih berstatus aman.

Kawasan permukiman baru ini berlokasi di RT 6, Jalan Mariko (Maridan-Riko). Proyek fisik bernilai Rp6.962.590.000 (bersumber dari APBD PPU 2025) ini digarap oleh kontraktor pelaksana CV Rafa Jaya Mandiri di bawah pengawasan CV Borneo Raung Desain.

Proses pembangunannya memakan waktu 150 hari kerja terhitung sejak penandatanganan kontrak pada 25 Juni 2025. Menariknya, 21 unit rumah tersebut tidak sekadar dibangun berupa fisik bangunan, melainkan sudah didesain dengan pendekatan ramah lingkungan, termasuk pemasangan instalasi septic tank berbasis biogas untuk menjaga kualitas sanitasi lingkungan.

Momen Safari Jumat ini juga dimanfaatkan Bupati Mudyat untuk menyerap aspirasi langsung dari warga Sepaku. Beragam keluhan dan masukan ditampung oleh bupati beserta jajaran pejabat yang hadir.

Dalam dialog tersebut, Mudyat memaparkan progres penataan wilayah Kecamatan Sepaku yang kini bersinggungan langsung dengan megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia memastikan, Pemkab PPU terus berjuang mengakselerasi peningkatan infrastruktur jalan, penataan ruang, hingga mewacanakan pemekaran kecamatan demi optimalisasi layanan publik.

“Ke depan, kita akan terus menata wilayah secara bertahap dan terukur sesuai regulasi, agar imbas positifnya bisa langsung dirasakan dalam wujud pelayanan masyarakat yang lebih prima,” tuturnya.

Agenda turun ke lapangan ini ditutup dengan serangkaian penyerahan bantuan sosial dan keagamaan. Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Tohar, para asisten, staf ahli, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati menyerahkan dana hibah untuk Masjid Annur dan Masjid At-Taqwa.

Selain itu, turut didistribusikan kotak infak dari Bank Kaltimtara Syariah untuk sejumlah masjid di Sepaku, serta penyerahan paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) PPU kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *