Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai memiliki potensi besar di sektor kebudayaan dan pariwisata, terutama sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Potensi itu yang membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU tetap menjaga regenerasi duta ke tingkat provinsi.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, menyebut PPU punya modal kuat dari wisata alam dan bahari, budaya lokal dan sanggar seni, hingga talenta muda di bidang keduanya.
“PPU sangat potensial, baik budaya maupun pariwisatanya. Mestinya didukung dan dikembangkan,” ujarnya.
Tahun ini, PPU kembali mengirimkan duta wisata ke ajang tingkat Provinsi Kaltim yang dijadwalkan 27 November. Pelaksanaannya memang mendadak karena sebelumnya provinsi menginformasikan tidak menggelar ajang tahun ini, sehingga tidak masuk anggaran murni.
“Memang mendadak, tidak ada di anggaran murni. Tapi potensi daerah harus tetap kita dorong,” kata Safwana.
Untuk itu Disbudpar mengoptimalkan kolaborasi dengan Adwindo PPU. Administrasi difasilitasi dinas, sementara dukungan teknis dibantu jejaring Adwindo.
Safwana mencontohkan, potensi besar PPU juga terlihat dari Duta Tari. PPU langganan juara di provinsi dan lolos ke nasional. Talenta tarinya luar biasa dan menjadi bukti potensi budaya daerah.
“Seperti duta tari kemarin, potensinya luar biasa. Sayang kalau tidak didukung karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran sempat membuat pembiayaan duta dikembalikan ke daerah. Saat itu dukungan pembiayaan dilakukan sukarela dari internal dinas untuk membantu DP karantina duta tari.
Ia menegaskan, peran duta wisata dan duta tari menjadi ujung tombak promosi daerah. Dengan potensi wisata dan budaya yang besar, regenerasi duta harus terus dijaga agar identitas Benuo Taka semakin dikenal luas.














