Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Terkini

Tragedi Sungai Parit Renggut Dua Nyawa Anak, Pemkab PPU Terjunkan Bantuan hingga Pendampingan Psikologis

201
×

Tragedi Sungai Parit Renggut Dua Nyawa Anak, Pemkab PPU Terjunkan Bantuan hingga Pendampingan Psikologis

Sebarkan artikel ini

Artanews.id – Duka mendalam menyelimuti warga RT 6, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam. Sebuah insiden kebakaran memilukan yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) tak hanya menghanguskan satu unit tempat tinggal, tetapi juga merenggut nyawa dua anak penghuni rumah, yakni MAQ (7) dan MFF (4).

Merespons tragedi kemanusiaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) langsung mengambil langkah taktis. Bupati PPU, Mudyat Noor, memastikan bahwa mesin birokrasi melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah bergerak sigap sejak detik-detik awal pascakejadian.

“Sejak musibah terjadi, pemerintah daerah langsung turun gelanggang memberikan respons cepat untuk mengamankan dan membantu keluarga korban,” ungkap Mudyat Noor.

Langkah tanggap darurat yang dikerahkan pemerintah tidak sekadar berfokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Selain mendistribusikan bantuan logistik bahan pokok dan uang tunai dari berbagai instansi, Pemkab PPU menaruh perhatian penuh pada pemulihan mental keluarga yang baru saja kehilangan buah hatinya.

Mudyat menegaskan, pihaknya telah menyiagakan tim khusus untuk memberikan layanan trauma healing guna memulihkan psikologis keluarga korban dari guncangan musibah tersebut.

“Teman-teman tenaga medis dari rumah sakit daerah akan langsung mendampingi dan memberikan perawatan psikologis secara intensif terhadap keluarga korban,” terangnya.

Kepedulian serupa juga mengalir dari tingkat kewilayahan. Jajaran pemerintah kecamatan secara proaktif membuka wadah donasi bagi masyarakat luas yang ingin bergotong royong mengulurkan tangan. “Kami sangat berharap bantuan yang terkumpul nantinya bisa sedikit meringankan beban dan duka keluarga korban,” tambah Mudyat.

Berkaca dari musibah tragis di Sungai Parit, Mudyat kembali membunyikan alarm peringatan bagi seluruh warga Benuo Taka. Hal ini selaras dengan imbauan berulang dari pemerintah pusat maupun daerah terkait eskalasi risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman di puncak musim kemarau.

Ia mendesak masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan, mengingat cuaca panas yang tengah melanda kawasan PPU sangat rentan memicu munculnya titik api.

“Cuaca panas saat ini memang terpantau cukup ekstrem. Oleh sebab itu, kita semua harus lebih mawas diri. Lakukan pencegahan dan waspada sejak dini terhadap segala potensi yang bisa menjadi pemicu kebakaran,” tuturnya mengingatkan.

Kini, selain membutuhkan waktu untuk pemulihan psikologis, keluarga korban terdampak yang harus kehilangan tempat bernaungnya ini sangat membutuhkan dukungan materiel dan moril dari berbagai elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *