Penajam – Rumah Adat Kuta Rekan Tatau di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini diramaikan kegiatan Pakot Ngeno’ setiap Jumat sore. Kegiatan ini menghadirkan UMKM dan pelaku seni budaya, meski pembangunan rumah adat baru mencapai sekitar 35 persen.
Plh Kabid Kebudayaan Disbudpar PPU, Budi Setyo, mengatakan Pakot Ngeno’ merupakan inisiatif salah satu pengurus lembaga adat Paser untuk menjaga rumah adat tetap aktif.
“Konsepnya seperti pasar Pringgondani di Balikpapan. Setiap Jumat sore ada UMKM dan partisipasi pelaku seni budaya. Kami ingin menghidupkan seni budaya sekaligus aktivitas lainnya di rumah adat,” kata Budi, Jumat (11/9/2026).
Lapak UMKM tersusun di satu baris, menjual pernak-pernik, makanan khas, batik hingga jajanan anak. Sebagian penjual merupakan orang tua dari anak-anak yang mengikuti latihan tari di rumah adat.
Transaksi di Pakot Ngeno’ menggunakan alat pembayaran berbentuk kayu yamg ditukarkan ke loket dengan nominal mulai Rp2.000, Rp5.000 dan lainnya. Kegiatan tersebut telah berjalan sekitar dua bulan.
Menurut Budi, rumah adat tidak diproyeksikan hanya untuk satu kelompok adat. Pemanfaatannya diarahkan lebih luas sebagai ruang seni dan budaya.
“Bukan cuma digunakan untuk satu adat saja. Kami ingin rumah adat ini menjadi ruang bersama untuk kegiatan adat, seni, dan budaya di PPU,” ujar dia.
Kelanjutan pembangunan rumah adat telah diusulkan mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan.
Bangunan tersebut diharapkan dapat dikembangkan hingga memiliki ruang pamer atau museum kecil untuk mengenalkan budaya daerah.
Budi menegaskan aktivitas tetap dijalankan meski pembangunan fisik belum selesai.
“Apabila rumah adat ini selesai, bisa juga dikembangkan menjadi museum untuk memamerkan budaya kita. Yang penting aktivitas di sana jangan sampai terputus,” katanya.
(ADV)














