Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvertorialDaerahPenajam

Diajukan Masuk KEN, Disbudpar PPU Siapkan Ulang Konsep Nondoi Tanpa Lepas Pakem Adat

7
×

Diajukan Masuk KEN, Disbudpar PPU Siapkan Ulang Konsep Nondoi Tanpa Lepas Pakem Adat

Sebarkan artikel ini

Penajam – Rencana membawa Festival Nondoi ke panggung pariwisata nasional membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) harus kembali membedah konsep event tersebut.

Disbudpar PPU tidak ingin pengembangan Festival Nondoi sebagai event pariwisata menghilangkan identitasnya sebagai ritual adat. Konsep baru justru akan diarahkan untuk memperkuat sisi promosi tanpa menggeser nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan pembahasan konsep akan kembali dilakukan bersama Lembaga Adat Paser (LAP).

Menurut dia, Festival Nondoi memiliki karakter berbeda dengan festival yang sejak awal dirancang sebagai atraksi wisata. Kata dia, pengembangannya harus mempertemukan dua kepentingan, yakni menjaga ritual sekaligus membuatnya lebih mudah dipromosikan kepada wisatawan.

“Budaya tetap menjadi yang utama. Tetapi dari sisi pariwisata, bagaimana ini bisa dikemas dan dipromosikan juga harus kami pikirkan,” ucapnya, Selasa (20/10/2026).

Pembahasan tersebut juga berkaitan dengan rencana pengusulan Nondoi dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan ialah konsistensi penyelenggaraan event.

Disbudpar PPU menilai pengalaman event budaya lain dapat menjadi referensi. Sejumlah agenda tradisi di daerah lain tetap mempertahankan rangkaian adat, tetapi dikembangkan dengan pendekatan pariwisata sehingga mampu menjadi daya tarik yang lebih luas.

Ia menegaskan, pembenahan Nondoi tidak diarahkan untuk mengganti substansi ritual. Pemerintah daerah justru ingin mencari format yang membuat nilai budaya tetap kuat sekaligus memberi ruang bagi Festival adat tersebut berkembang sebagai atraksi pariwisata.

Langkah itu kemudian diharapkan membuat Festival Belian Adat Paser Nondoi memiliki daya tawar lebih besar ketika diajukan dalam kurasi event pariwisata tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *