Penajam – Pengembangan kawasan wisata Mangrove Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), belum berhenti pada fasilitas yang sudah tersedia. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU kini menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk melanjutkan pembangunan jembatan sekitar 200 meter ke arah laut.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan pembangunan lanjutan sebenarnya telah masuk dalam anggaran tahun ini. Hanya saja, waktu pelaksanaan menjadi kendala setelah proses lelang baru dapat dilakukan sekitar Juli.
“Waktunya sudah tidak cukup untuk pelaksanaan pembangunan. Jadi sekarang kami susun DED-nya,” kata Safwana, Minggu (18/10/2026).
Pembangunan tersebut kemudian diusulkan kembali untuk mendapat dukungan anggaran pada 2027. Penyelesaian akses jembatan menjadi salah satu prioritas pengembangan Mangrove Kampung Baru, bersama pembebasan lahan di kawasan tersebut.
Menurut Safwana, jembatan lanjutan itu dirancang sekitar 200 meter dengan nilai usulan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
“Sudah kami usulkan untuk 2027. Prioritasnya pembebasan tanah dan melanjutkan pembangunan jembatan,” ujarnya.
Pengembangan kawasan ini sekaligus melanjutkan fasilitas yang sebelumnya telah dibangun melalui dukungan program Bank Dunia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Fasilitas yang telah tersedia di antaranya gazebo, area swafoto dan toilet.
Dengan tambahan akses jembatan, kawasan Mangrove Kampung Baru diharapkan memiliki ruang yang lebih memadai untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada penambahan fasilitas, tetapi juga penataan kawasan agar lebih siap menerima aktivitas wisata.
Safwana menilai kondisi lahan di bagian depan kawasan masih menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diselesaikan. Karena itu, pembebasan lahan menjadi bagian penting dalam usulan pengembangan berikutnya.
Setelah lahan dan akses kawasan lebih tertata, Disbudpar PPU juga membuka peluang pemanfaatan lokasi untuk berbagai aktivitas pariwisata.
“Kalau lahannya sudah bebas dan jembatannya sudah dibangun, tentu kami pikirkan kegiatan-kegiatan dinas bisa dilakukan di sana,” kata Safwana. (Adv)














