Penajam – Persiapan wakil Penajam Paser Utara (PPU) untuk mengikuti pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2026 mulai dipetakan.
Kebutuhan pelatihan, pembekalan hingga perlengkapan peserta tetap harus dipenuhi, sementara anggaran khusus untuk ajang tersebut tidak tersedia di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU.
Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) PPU kini bergerak mencari dukungan sponsor untuk menutup kebutuhan persiapan peserta.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekraf Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan dinas tetap memberikan dukungan sesuai kemampuan. Fasilitasi teknis menjadi salah satu yang dapat diberikan, termasuk kebutuhan tempat.
“Adwindo audiensi, kami menjelaskan bahwa dukungan secara finansial cukup berat, tapi opsi lainnya mereka sedang bergerak mencari sponsor. Kemudian, Disbudpar tetap memberi dukungan, merekomendasikan misal kebutuhan tempat itu bisa kami fasilitasi,” ujar Yudhistira, Rabu (9/9/2026).
Disbudpar juga meminta Adwindo merincikan kebutuhan peserta yang akan dikirim ke Provinsi melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dari sana, Disbudpar akan melihat kebutuhan yang bisa disesuaikan dengan kegiatan dinas.
“Dengan RAB itu, kita bisa melihat kebutuhan apa saja yang bisa diakomodasi dan dikonversi ke kegiatan yang didukung dinas,” katanya.
Kebutuhan persiapan tidak hanya menyangkut pelatihan dan pembekalan. Peserta yang dikirim ke tingkat provinsi juga akan didampingi tim pendukung, termasuk penata rias dan kebutuhan busana.
Rencananya, PPU mengirim tiga peserta. Terdiri dari sepasang Duta Wisata dan satu kandidat Putri Pariwisata. Grand final tingkat Provinsi Kaltim dijadwalkan November 2026.
Skema dukungan tersebut disiapkan agar keterbatasan anggaran tidak menghentikan langkah PPU mengikuti ajang Duta Wisata tingkat provinsi. Apalagi, PPU disebut selama ini konsisten masuk lima besar.
(ADV)














