Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Terkini

Bupati Mudyat Resmikan Klinik Pratama Santo Borromeus Dalam Upaya Komitmen Peningkatan Layanan Kesehatan

96
×

Bupati Mudyat Resmikan Klinik Pratama Santo Borromeus Dalam Upaya Komitmen Peningkatan Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Artanews.id – Upaya memperlebar jangkauan layanan kesehatan yang merata di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berlanjut. Komitmen ini kembali dibuktikan lewat dukungan penuh pemerintah daerah atas berdirinya Klinik Pratama Santo Borromeus Penajam.

Langkah konkret tersebut ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti pendirian klinik oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, yang dihelat di Rumah Jabatan Bupati PPU, Senin (18/5/2026). Penandatanganan ini menjadi tonggak peresmian hadirnya fasilitas layanan kesehatan teranyar yang berpusat di Kelurahan Maridan.

Bupati Mudyat Noor menyambut hangat kehadiran fasilitas medis ini. Ia menilai, Klinik Pratama Santo Borromeus akan menjadi amunisi tambahan yang sangat berharga bagi pemerintah daerah dalam mendistribusikan layanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan benar-benar merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten PPU sangat menyambut baik berdirinya Klinik St. Borromeus. Harapan besar kami, kehadiran fasilitas kesehatan ini mampu menyuguhkan pelayanan yang optimal dan paripurna, sekaligus mendongkrak derajat kesehatan warga kita,” urai Mudyat Noor.

Lebih jauh, Mudyat menegaskan bahwa urusan kesehatan adalah pilar fundamental yang beririsan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Itulah mengapa sektor ini selalu menempati etalase utama dalam fokus pembangunan daerah Benuo Taka.

Sadar bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian, Mudyat terus mendorong keterlibatan multi-pihak. Ia menaruh asa agar Klinik St. Borromeus tidak hanya pasif menunggu pasien untuk pengobatan (kuratif), melainkan aktif bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Kami berharap klinik ini bisa melangkah lebih jauh. Tidak sekadar melayani pengobatan, tetapi juga masif melakukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan secara langsung ke akar rumput masyarakat,” pesannya.

Penandatanganan prasasti ini nyatanya tidak sebatas seremonial di atas batu marmer. Momen ini diartikan sebagai simbol ikatan komitmen yang kuat antara pemerintah daerah dan pengelola klinik untuk berkolaborasi menyajikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan menjunjung nilai inklusivitas.

Dengan beroperasinya Klinik Pratama Santo Borromeus di Kelurahan Maridan, diharapkan tak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan medis yang layak. Pada saat yang sama, kehadiran klinik ini diharapkan mampu memupuk kesadaran kolektif warga akan pentingnya merawat pola hidup sehat guna mencegah berbagai ancaman penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *