Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DaerahSamarindaTerkini

Wali Kota Samarinda Bantah Isu Longsor Terowongan: “Itu Foto Lama yang Dipelintir”

361
×

Wali Kota Samarinda Bantah Isu Longsor Terowongan: “Itu Foto Lama yang Dipelintir”

Sebarkan artikel ini
Kondisi Terowongan Samarinda yang mengalami longsoran di bagian pintu masuk di arah jalan Sultan Alimudin

ARTANEWS.ID – Wali Kota Samarinda Andi Harun menepis kabar terbaru soal longsor di kawasan proyek Terowongan Samarinda yang viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan disinformasi berbasis dokumentasi lama, yang sengaja diproduksi ulang untuk menimbulkan kegaduhan publik.

Narasi yang menyebut longsor baru saja terjadi di sekitar Jalan Sultan Alimuddin, Kecamatan Samarinda Ilir, menurut Andi, tidak sesuai fakta. “Foto itu kejadian lama, bulan Mei 2025. Tapi diviralkan kembali seolah-olah terjadi sekarang. Ini jelas disinformasi,” ujarnya, Senin (14/7/2025).

Foto longsor tersebut kembali beredar luas di media sosial dan grup perpesanan sejak akhir pekan lalu, memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Dalam keterangannya, Andi menyesalkan upaya provokatif dari pihak-pihak tertentu yang menyebarkan narasi palsu.

“Bukan saya yang disakiti, tapi masyarakat Samarinda. Menyebarkan berita bohong seperti ini sangat tidak bertanggung jawab,” katanya serius.

Andi Harun menjelaskan bahwa peristiwa longsor yang sempat terjadi pada 12 Mei 2025 lalu hanyalah pada bagian lereng inlet, bukan pada struktur utama terowongan. Pemerintah Kota (Pemkot) telah merespons cepat dengan mempercepat pekerjaan stabilisasi lereng yang awalnya dijadwalkan dikerjakan pada 2025.

“Terowongannya aman. Tidak ada retakan, tidak ada kerusakan struktural. Longsor hanya terjadi pada bagian luar proyek, tepatnya pada penahan tanah sementara,” jelasnya.

Penahan tersebut memang bersifat sementara karena fokus awal pengerjaan proyek multiyears ini berada pada pembangunan badan terowongan. Menurutnya, saat ini penguatan sisi inlet dan outlet sudah dalam proses lelang dan akan segera dikerjakan.

Berdasarkan keterangan Dinas PUPR Samarinda, longsor di lereng sisi kanan pintu masuk terowongan disebabkan oleh curah hujan ekstrem dan kondisi tanah berupa endapan longsoran lama (talus deposit). Sejak Februari 2025, tim teknis telah melakukan investigasi geologi dan menyusun perencanaan penguatan berbasis data geoteknik.

Penanganan yang dirancang meliputi stabilisasi lereng, pemasangan sistem penguatan seperti shotcrete dan rockbolt, serta pembersihan material longsoran.

Andi Harun menyebut bahwa kendala anggaran sempat memperlambat pelaksanaan proyek, menyusul pemangkasan dana sekitar Rp 50 miliar. Meski begitu, ia memastikan prinsip keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama.

“Salus populi suprema lex esto — keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Itu prinsip kami,” tegasnya.

Andi juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah sangat diperbolehkan, namun harus disampaikan dengan data yang benar.

“Kita ini cinta kota ini. Jangan sampai kehilangan cinta itu hanya karena ingin menyerang pemerintah. Kritik boleh, tapi jangan dengan hoaks,” ujarnya.

Pemkot Samarinda memastikan proyek Terowongan Samarinda tetap berjalan sesuai target, dengan prinsip kehati-hatian dan perencanaan teknis yang matang. Struktur inti sudah dinyatakan selesai, dan pekerjaan lanjutan kini berfokus pada penguatan di sisi luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *