Seputarfakta.com – Cindy
Penajam – Festival Belian Adat Paser Nondoi tetap disiapkan untuk digelar di Penajam Paser Utara (PPU) pada Oktober 2026. Dengan anggaran sekitar Rp200 juta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU mengarahkan pelaksanaan tahun ini pada bagian adat yang menjadi inti ritual.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana, mengatakan keterbatasan anggaran membuat konsep festival harus disesuaikan. Ritual utama tetap masuk dalam agenda yang dipertahankan.
“Festival Nondoi tetap kita gelar Oktober. Anggarannya memang jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kemampuan yang ada,” kata Safwana, Selasa (15/9/2026).
Disbudpar masih mematangkan konsep bersama pihak terkait. Agenda pendukung yang tidak berkaitan langsung dengan ritual adat bakal disesuaikan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Plh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar PPU, Budi Setyo, mengatakan Ritual Belian dan Melarung Jakit menjadi bagian yang wajib dilaksanakan dalam Festival Nondoi tahun ini.
“Paling utama itu ritualnya. Untuk kegiatan pendukung, kita lihat lagi mana yang bisa dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran,” katanya.
Ruang bagi pelaku seni dan budaya daerah juga tetap diupayakan. Sementara agenda tambahan seperti olahraga tradisional, pelibatan UMKM dan kegiatan ekonomi kreatif masih menunggu hasil pembahasan.
Hari festival juga belum ditetapkan. Disbudpar masih menunggu perhitungan dari masyarakat adat karena pelaksanaan Ritual Nondoi memiliki ketentuan yang harus mengikuti tata cara adat.
“Harinya masih dibicarakan dengan orang adat. Ada hitungan tersendiri dalam ritual Nondoi, jadi tidak bisa kita tentukan sendiri,” katanya.
Festival Belian Adat Paser Nondoi merupakan ritual masyarakat adat Paser yang berkaitan dengan doa keselamatan dan pembersihan kampung dari hal-hal yang dianggap membawa keburukan.
Pelaksanaan festival menempatkan ritual adat sebagai bagian utama. Agenda pendukung dapat menyesuaikan kemampuan, sementara nilai adat yang menjadi dasar Nondoi tetap dijaga.














