Penajam – Panggung seni daerah di Penajam Paser Utara (PPU) kembali disiapkan melalui Pagelaran Sang Askarya 2026. Setelah sukses digelar pada 2025, pagelaran yang digagas pelaku seni daerah ini kembali hadir di Alun-Alun Penyembolum Penajam dengan skala lebih besar dan melibatkan 200 seniman.
Sang Askarya 2026 mendapat dukungan teknis dan administrasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU. Dukungan juga datang dari Kementerian Kebudayaan melalui program Semarak Budaya.
Sutradara Sang Askarya sekaligus Founder Sanggar Seni Borneo Benuo Taka, Ary Febrian Masis, mengatakan pagelaran tahun ini menjadi kelanjutan dari panggung yang telah dibangun pada pelaksanaan perdana.
“Tahun ini Sang Askarya kembali kami hadirkan dengan dukungan dari berbagai pihak. Disbudpar PPU membantu dari sisi administrasi dan teknis, sehingga persiapannya bisa berjalan,” kata Ary, Kamis (10/9/2026).
Plt Kabid Kebudayaan Disbudpar PPU, Budi Setyo, mengapresiasi konsistensi pelaku seni daerah dalam mengembangkan kegiatan seni dan budaya. Menurutnya, mereka juga aktif mencari dukungan agar pagelaran dapat terus berjalan.
“Kami mengapresiasi teman-teman yang konsisten mengembangkan kegiatan seni dan budaya. Mereka terus berusaha mencari dukungan, baik melalui aspirasi maupun pemerintah pusat. Kami mendukung dari sisi administrasi agar persiapannya berjalan lancar,” kata Budi.
Skala pertunjukan tahun ini diperbesar. Jika pada 2025 melibatkan sekitar 100 penari, Sang Askarya 2026 melibatkan 200 pelaku seni dengan 25 koreografi yang dirangkai dalam pertunjukan sekitar satu jam.
Tari, musik, teater, dan visual akan dilebur dalam satu sajian yang membawa penonton menyusuri keragaman budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Pelaku yang terlibat juga berasal dari berbagai usia, mulai anak PAUD hingga peserta umum.
“Konsepnya tetap mengangkat budaya Nusantara. Tari, teater, musik, dan visual kami satukan dalam satu panggung. Setiap wilayah yang diwakili membawa ciri khas budayanya masing-masing,” lanjut Ary.
Persiapan dilakukan dalam waktu singkat setelah kepastian jadwal diterima. Latihan dipusatkan di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Kilometer 9 dan kini masuk tahap akhir.
Pagelaran dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 di PPU. Sang Askarya menjadi ruang bagi pelaku seni dari berbagai kelompok dan generasi untuk tampil dalam satu panggung.
Ary mengatakan keberlanjutan pagelaran penting untuk memberi ruang bagi seniman daerah, terlebih PPU berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Fokus kami memang mengangkat kearifan lokal dan nilai budaya. PPU bagian dari gerbang IKN, jadi kami ingin pelaku seni di daerah ini punya ruang untuk muncul dan berkembang,” kata dia.
Ary berharap pagelaran yang telah memasuki tahun kedua itu dapat terus berlanjut dan menjadi panggung bersama bagi pelaku seni di Benuo Taka.
(ADV)














