Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvertorialDaerahPenajam

Festival Seni Budaya PPU Angkat Identitas Lokal Lewat Lomba Seni

19
×

Festival Seni Budaya PPU Angkat Identitas Lokal Lewat Lomba Seni

Sebarkan artikel ini

Penajam – Festival Seni Budaya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disiapkan dengan materi lomba yang mengangkat identitas budaya lokal. Unsur budaya Paser akan masuk dalam sejumlah kategori, mulai dari fashion, tari hingga vokal.

 

Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Budi Setyo, mengatakan konsep tersebut tengah dirangkai bersama Lembaga Adat Paser (LAP). Salah satu yang disiapkan ialah lomba vokal dengan pilihan lagu bernuansa daerah, termasuk lagu berbahasa Paser.

 

“Materi lombanya diarahkan tetap berkaitan dengan budaya. Untuk vokal, misalnya, bisa mengangkat lagu daerah atau lagu yang menggunakan bahasa Paser. Jadi unsur lokalnya tetap terasa,” kata Budi.

 

Selain vokal, festival juga menyiapkan lomba tari kreasi Nusantara untuk kategori anak-anak serta fashion show yang dapat mengangkat busana maupun batik sebagai bagian dari penampilan peserta.

 

Rancangan tersebut membuat Festival Seni Budaya tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Materi lomba disusun agar unsur budaya yang dekat dengan masyarakat dapat tampil dalam format yang lebih mudah diikuti berbagai kelompok usia.

 

Budi mengatakan kategori peserta nantinya disesuaikan, termasuk untuk kelompok anak-anak, remaja hingga dewasa.

 

Di sisi lain, persiapan festival saat ini masih berada pada tahap penyusunan konsep dan koordinasi. Publikasi kepada masyarakat luas belum dilakukan karena panitia bersama LAP masih mematangkan teknis kegiatan dan kategori perlombaan.

 

“Sekarang masih kami rangkai dan koordinasikan. Setelah konsepnya lebih siap, baru kami sampaikan lebih luas, termasuk terkait peserta dan teknis perlombaannya,” ujarnya.

 

Keterlibatan LAP menjadi bagian penting dalam penyusunan festival karena materi yang diangkat bersinggungan langsung dengan budaya Paser dan masyarakat adat.

 

Festival Seni Budaya tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Festival Belian Adat Paser Nondoi, dengan jeda sekitar dua hari. Meski berdekatan, keduanya tetap menjadi agenda berbeda dengan kepanitiaan masing-masing.

 

Melalui konsep tersebut, Disbudpar PPU menyiapkan ruang bagi seni tradisi dan identitas lokal tampil dalam bentuk kompetisi yang dapat menjangkau generasi muda sekaligus memperkenalkan unsur budaya Paser kepada masyarakat yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *