Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvertorialDaerahPenajam

Festival Seni Budaya PPU Didukung Rp50 Juta, Fokus pada Lomba Seni

23
×

Festival Seni Budaya PPU Didukung Rp50 Juta, Fokus pada Lomba Seni

Sebarkan artikel ini

Penajam – Festival Seni Budaya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat dukungan dana aspirasi sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai rangkaian perlombaan seni yang digelar setelah Festival Belian Adat Paser Nondoi.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana, mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian dari pembiayaan agenda kebudayaan daerah yang dialokasikan bertahap.

 

Sebelumnya, Festival Nondoi mendapat alokasi Rp200 juta melalui APBD murni. Anggaran itu kemudian bertambah Rp100 juta melalui APBD Perubahan setelah pelaksanaan Nondoi bergeser dari Oktober ke November.

 

Sementara Festival Seni Budaya memperoleh dukungan tersendiri melalui dana aspirasi sebesar Rp50 juta.

 

“Alokasi anggarannya berbeda dengan Nondoi karena kegiatan dan kebutuhannya juga berbeda. Festival Seni Budaya mendapat dukungan Rp50 juta dari dana aspirasi untuk pelaksanaan rangkaian lomba,” kata Safwana, Rabu (21/10/2026).

 

Festival Seni Budaya dijadwalkan berlangsung dua hari setelah Nondoi berakhir. Jarak waktu yang berdekatan membuat kedua agenda berada dalam rangkaian penguatan kebudayaan PPU, tetapi sumber anggaran dan pelaksananya tidak sama.

 

Jika Nondoi berfokus pada ritual adat, Festival Seni Budaya diarahkan pada perlombaan yang mengangkat unsur seni dan budaya daerah. Cabang yang disiapkan antara lain fashion show, tari kreasi Nusantara dan lomba vokal.

 

Materi perlombaan juga akan diarahkan agar tetap memiliki keterkaitan dengan identitas daerah.

 

Salah satunya melalui penggunaan batik dalam kategori fashion dan lagu bernuansa daerah, termasuk karya yang menggunakan bahasa Paser.

 

Safwana menjelaskan pelaksanaan Festival Seni Budaya melibatkan Lembaga Adat Paser (LAP), sementara dukungan dana aspirasi dialokasikan melalui Disbudpar. Teknis kegiatan masih dimatangkan bersama pihak terkait, termasuk event organizer (EO) dan LAP.

 

“Festival Seni Budaya ini lebih diarahkan pada lomba-lomba seni. Konsepnya kami matangkan bersama LAP agar kegiatan yang digelar tetap punya kaitan kuat dengan kebudayaan daerah,” ujarnya.

 

Kategori peserta juga disiapkan untuk menjangkau beberapa kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga dewasa.

 

Festival Seni Budaya diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan seni sekaligus memperkenalkan unsur budaya daerah melalui kompetisi yang lebih terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *