KUTAI TIMUR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat pembinaan lingkungan di satuan pendidikan melalui program menuju Sekolah Adiwiyata. Program tersebut menjadi salah satu upaya mendorong sekolah agar mampu membangun tata kelola lingkungan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah.
Kabid Penaatan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurahmi Asmalia, mengatakan pembinaan dilakukan untuk melihat sejauh mana kepedulian terhadap lingkungan telah diterapkan dalam aktivitas sekolah.
“Pembinaan di sekolah-sekolah untuk mengukur kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. Itu ada penilaian-penilaiannya,” kata Nurahmi.
Menurutnya, proses penilaian tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik sekolah, tetapi juga mencakup penerapan perilaku ramah lingkungan oleh siswa, guru, serta unsur sekolah lainnya. Dengan demikian, lingkungan pendidikan diharapkan tidak sekadar terlihat bersih, melainkan juga memiliki sistem dan kebiasaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari proses bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus memperoleh predikat sesuai capaian yang diraih.
Nurahmi menjelaskan, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh penghargaan atau predikat yang diperoleh sekolah. Hal utama yang ingin diwujudkan adalah tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Yang kita bangun sebenarnya kesadarannya. Bagaimana warga sekolah peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
DLH Kutim berharap pembinaan Sekolah Adiwiyata dapat mendorong semakin banyak satuan pendidikan menerapkan prinsip peduli lingkungan secara konsisten, sehingga budaya tersebut menjadi bagian dari kegiatan pendidikan sehari-hari. (Ss)














