Kembangkan Mangrove Kampung Baru, Disbudpar PPU Usulkan Pembebasan Lahan Parkir Tahun 2027
Penajam – Pengembangan Ekowisata Mangrove Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih terbentur persoalan akses dan lahan parkir. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU menyiapkan usulan pembebasan lahan milik masyarakat agar kawasan tersebut lebih siap menerima kunjungan wisatawan.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan keterbatasan lahan parkir menjadi salah satu kendala yang perlu diselesaikan untuk menunjang aktivitas wisata di kawasan mangrove.
“Untuk mempromosikan pariwisata mangrove, kendalanya salah satunya lahan parkir. Ada tanah masyarakat yang harus dibebaskan. Tahun depan kita usulkan pembebasan tanah,” kata Safwana, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, potensi Mangrove Kampung Baru cukup besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata, termasuk menarik kunjungan dari luar daerah. Karenanya, pembenahan akses menjadi bagian penting agar potensi tersebut bisa lebih mudah dinikmati wisatawan.
“Promosi mangrove sekarang memang masih kurang. Tapi kalau orang luar datang, pasti mereka suka. Ketika lahan dibebaskan, akan banyak kegiatan yang bisa dilakukan disana,” ujarnya.
Penguatan fasilitas wisata di kawasan tersebut juga telah mendapat dukungan melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) dari Kementerian Kehutanan yang bekerja sama dengan World Bank.
Dukungan itu diarahkan untuk penyediaan fasilitas dasar dan titik aktivitas wisata, seperti tempat swafoto, gazebo dan toilet. Fasilitas tersebut diharapkan menambah daya tarik sekaligus menunjang kenyamanan pengunjung.
Safwana menyebut pengembangan Mangrove Kampung Baru juga diarahkan untuk memperkuat akses menuju Pulau Gusung. Salah satunya melalui rencana perpanjangan jembatan wisata sekitar 100–200 meter hingga ke arah bibir pantai.
“Rencananya jembatan wisata dilanjutkan sekitar 100 sampai 200 meter ke arah bibir pantai, sehingga nantinya bisa terhubung dengan akses menuju Gusung,” ujarnya.
Selama ini, wisatawan menuju Gusung lebih banyak berangkat dari Balikpapan. Akses dari Kampung Baru diharapkan membuka alternatif keberangkatan dari PPU sekaligus menghubungkan wisata mangrove dengan potensi bahari di sekitarnya.
Pengembangan tersebut disiapkan bertahap, termasuk pembebasan lahan untuk mendukung kebutuhan parkir kawasan wisata.














