Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Terkini

Warga Gunung Seteleng Sampaikan Aspirasi Langsung ke Bupati PPU Mengenai Krisis Air Bersih Hingga Jalan Gelap

59
×

Warga Gunung Seteleng Sampaikan Aspirasi Langsung ke Bupati PPU Mengenai Krisis Air Bersih Hingga Jalan Gelap

Sebarkan artikel ini

Artanews.idPersoalan klasik terkait krisis air bersih dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) rupanya masih menghantui warga Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam. Berbagai keluhan tersebut akhirnya ditumpahkan warga secara langsung kepada Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor. Momen ‘curhat’ warga ini mengemuka di sela-sela agenda Safari Jumat yang digelar jajaran Pemkab PPU di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Gunung Seteleng, Jumat (29/5/2026).

Salah seorang warga setempat, Sunarko, tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja PDAM. Ia membeberkan bahwa distribusi air di wilayahnya sangat memprihatinkan dan jauh dari kata lancar.

“Air PDAM itu kadang-kadang baru mengalir pukul 12 malam, itu pun kami harus memancingnya pakai mesin pompa air. Tragisnya, tidak jarang yang keluar dari keran bukan air, melainkan cuma angin,” keluh Sunarko di hadapan rombongan bupati.

Ia juga menyoroti ironi tarif air yang dinilai cukup mencekik leher, namun sama sekali tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima warga. “Kami sangat berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk menuntaskan krisis air bersih di Gunung Seteleng ini,” pintanya.

Senada dengan Sunarko, warga lainnya, Ahmad, menyoroti persoalan infrastruktur dasar berupa minimnya lampu penerangan jalan di sejumlah titik vital. Menurut Ahmad, kondisi jalanan yang gelap gulita di malam hari sangat membahayakan keselamatan warga yang rutin melintasi jalur tersebut.

Merespons rentetan keluhan tersebut, Bupati PPU, Mudyat Noor, menjelaskan bahwa esensi dari program Safari Jumat memang dirancang bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan sebagai panggung silaturahmi dan ruang dialog terbuka tanpa sekat antara pemimpin dan rakyatnya.

“Melalui kegiatan turun ke bawah seperti ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi urat nadi persoalan di masyarakat. Itulah mengapa hari ini kami sengaja membawa serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar setiap keluhan bisa langsung ditindaklanjuti atau minimal diberikan penjelasan teknisnya,” tegas Mudyat Noor.

Mengambil alih penjelasan teknis, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, buka suara. Ia mengakui bahwa krisis air bersih dan infrastruktur jalan adalah pekerjaan rumah besar yang tengah dibenahi pemerintah secara bertahap berbasis skala prioritas.

Tohar membongkar fakta bahwa karut-marut air bersih di PPU adalah persoalan warisan sejak sistem pelayanan PDAM wilayah tersebut masih berinduk pada PDAM Tanah Grogot.

“Kita tidak menampik memang ada masalah. Saat ini sudah dilakukan pemisahan pelayanan, dan kami telah mengidentifikasi beberapa titik yang kendala jaringannya parah. Ke depan, kolaborasi lintas sektor antara PDAM, pemda, dan instansi teknis akan terus digenjot agar air bersih menjangkau seluruh warga,” papar Tohar.

Sementara untuk isu jalan gelap, Tohar menegaskan bahwa Pemkab PPU sejatinya memiliki visi besar untuk membuka aksesibilitas antarwilayah secara terang benderang demi memacu konektivitas ekonomi dan pariwisata. Namun, realita di lapangan sering kali terbentur oleh keterbatasan investasi infrastruktur kelistrikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN. Ternyata, memang ada wilayah yang jaringan listriknya belum memadai karena keterbatasan investasi jaringan dari sana. Ini yang terus kami lobi dan upayakan agar segera dicarikan jalan keluarnya,” jelas Tohar.

Kegiatan serap aspirasi yang berlangsung hangat ini turut dihadiri oleh deretan pejabat teras daerah, di antaranya Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Yusuf, jajaran Asisten, Staf Ahli Bupati, hingga pimpinan OPD di lingkungan Pemkab PPU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *