Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DaerahHukumKriminalSamarindaTerkini

1×24 Jam, Polisi Tangkap 9 Tersangka Penembakan Maut di THM Samarinda

348
×

1×24 Jam, Polisi Tangkap 9 Tersangka Penembakan Maut di THM Samarinda

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro saat ungkap kasus penembakan di THM Samarinda

ARTANEWS.ID – Kasus penembakan yang menewaskan seorang pria berinisial D (34) di depan sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya terungkap. Hanya dalam kurun waktu 1×24 jam, kepolisian berhasil menangkap sembilan orang tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan berencana tersebut.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Endar Priantoro menyampaikan bahwa para tersangka diamankan di lokasi berbeda berdasarkan hasil penyelidikan intensif. Di antara para pelaku, satu orang berinisial UJ berperan sebagai eksekutor yang melepaskan lima tembakan ke tubuh korban. Tersangka lainnya, FA, disebut sebagai pengawas lapangan, sementara tujuh pelaku lainnya berperan mendukung aksi tersebut.

“Dalam waktu hampir satu hari penuh, tim berhasil mengungkap kasus ini dan mengamankan sembilan pelaku. Semuanya memiliki peran masing-masing dalam rencana ini,” ujar Irjen Endar dalam konferensi pers di Polsek Samarinda Seberang, Senin (5/5/2025).

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk satu pucuk senjata api laras pendek, lima selongsong peluru, dua proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian, serta tiga proyektil yang bersarang di tubuh korban. Motor dan jaket ojol yang digunakan pelaku untuk menyamarkan identitas juga turut diamankan.

Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa penembakan tersebut dilatari oleh motif dendam pribadi yang sudah berlangsung lama antara pelaku dan korban. Senjata api yang digunakan sempat dikubur oleh pelaku di area perkebunan di Samarinda Seberang untuk menghilangkan jejak.

Saat ini, kesembilan tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Polisi masih terus mendalami asal usul senjata api serta kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kasus ini.

“Kami akan kembangkan terus. Motifnya jelas ada unsur dendam. Untuk senpi, tim sedang mendalami asalnya,” tegas Irjen Endar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *