Soal Rencana Gandeng Ekraf di Festival Nondoi, Begini Kata Disbudpar PPU
Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) ingin menambah kegiatan ekonomi kreatif (Ekraf) dalam rangkaian Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026.
Gagasan ini muncul untuk mengisi jeda siang hingga sore, sehingga aktivitas festival tidak hanya terkonsentrasi pada malam hari.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar PPU, Budi Setyo, mengatakan keinginan tersebut berkaca dari pelaksanaan festival sebelumnya ketika pelaku Ekraf ikut mengisi rangkaian kegiatan.
“Tahun lalu ada Ekraf yang bergabung, sehingga siang sampai sore tetap ada kegiatan dan rangkaiannya terus berjalan. Tahun ini kami juga ingin seperti itu,” kata Budi, Senin (21/9/2026).
Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan Ekraf di antaranya mengisi aktivitas permainan tradisional pada siang hari. Malamnya, rangkaian berlanjut dengan pertunjukan seni budaya sebelum memasuki ritual adat.
Untuk Festival Nondoi tahun ini, Budi belum memastikan bentuk maupun jenis kegiatan yang akan dibawa Ekraf. Konsep tersebut masih menunggu rancangan dari event organizer (EO) yang akan menangani pelaksanaan kegiatan.
“Nanti kita serahkan lebih lanjut kepada EO. Mereka akan menyusun proposal, termasuk rencana kegiatan dan anggarannya. Dari situ baru kita bahas lebih lanjut apa yang bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Keinginan memperluas rangkaian kegiatan tersebut tetap ditempatkan sebagai pendukung festival. Budi menegaskan ritual Belian tetap menjadi bagian utama dan tidak akan dihilangkan.
“Yang jelas keinginan kami memajukan kebudayaan. Semua unsur budaya diharapkan bisa masuk di situ. Untuk konsep detailnya, kita masih menunggu pembahasan lebih lanjut,” katanya.
Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026 direncanakan berlangsung pada November, bergeser dari rencana awal Oktober. Pelaksanaannya juga berpeluang berlangsung empat hari empat malam setelah adanya rencana tambahan anggaran Rp100 juta dari pemerintah daerah.














