Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penggiat wisata dan budaya untuk aktif memetakan potensi di wilayah masing-masing.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, menegaskan pariwisata dan kebudayaan memiliki jalur pengembangan yang berbeda, namun keduanya bisa diusulkan untuk mendapatkan bantuan.
Untuk sektor pariwisata, pihaknya mendorong kelompok sadar wisata di setiap wilayah untuk mendata potensi destinasi dan kegiatan yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Sementara untuk sektor kebudayaan, pihaknya mendorong sanggar seni dan pelaku budaya untuk mengusulkan kebutuhan penunjang pelestarian budaya.
Safwana menjelaskan, usulan bantuan untuk kedua sektor tersebut bisa direalisasikan sepanjang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau pokok pikiran DPRD.
“Sepanjang ada usulan lewat Musrenbang atau Pokir, itu bisa kita realisasikan,” ujar Safwana, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, jalur tersebut perlu dimanfaatkan karena pagu anggaran yang dimiliki Disbudpar sangat terbatas.
Tim Anggaran Pemerintah Daerah memberikan pagu ke setiap SKPD dalam jumlah terbatas.
“Karena kalau dari pagu kami agak terbatas, TAPD memberikan pagu ke setiap SKPD dalam jumlah terbatas,” katanya.
Ia mencontohkan, untuk bidang kebudayaan, usulan yang biasanya difasilitasi melalui DPRD berupa bantuan alat musik untuk sanggar seni hingga sound system untuk grup band lokal sebagai bagian dari pengembangan kebudayaan.
“Misal ada grup band itu kan juga bisa mengusulkan soundnya,” jelasnya.
Sedangkan untuk sumber pembiayaan yang lebih besar, pihaknya kini berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat. Salah satunya melalui Kementerian Kebudayaan.
Program yang tengah diupayakan yakni kelanjutan pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau PPU agar bisa dibantu melalui dana kementerian.
“Walaupun sumber pembiayaan terbatas, yang bisa kita dorong sekarang mencari sumber dari pusat,” pungkasnya. (Adv)














