Penajam – Festival Belian Adat Paser Nondoi di Penajam Paser Utara (PPU) yang semula dijadwalkan Oktober 2026 kini disiapkan bergeser ke November. Perubahan waktu tersebut seiring rencana penambahan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta melalui APBD Perubahan 2026.
Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Budi Setyo, mengatakan tambahan anggaran tersebut turut memberi ruang untuk mematangkan kembali konsep pelaksanaan Festival Nondoi bersama pihak adat.
Sebelumnya, Disbudpar PPU menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk pelaksanaan festival selama tiga hari tiga malam. Dengan tambahan Rp100 juta, total dukungan anggaran yang disiapkan menjadi Rp300 juta.
“Rencana awal Oktober, sekarang bergeser ke November karena masih menunggu anggaran perubahan,” kata Budi, Senin (21/9/2026).
Dengan dukungan anggaran tersebut, durasi festival juga berpeluang bertambah menjadi empat hari empat malam. Namun, penentuan durasi ritual Belian tetap mengikuti perhitungan dan ketentuan pihak adat.
“Informasi terkini dari pihak adat, hasil perhitungan ketua mulung mengarah pada pelaksanaan empat hari empat malam,” ujarnya.
Budi menjelaskan, ritual Belian Adat Paser Nondoi sendiri secara tradisi dapat berlangsung selama tujuh hari tujuh malam. Penentuan pelaksanaannya tidak ditetapkan sepihak oleh pemerintah, melainkan mengikuti keputusan pihak adat.
Karena itu, Disbudpar PPU masih akan duduk bersama Lembaga Adat untuk merumuskan rangkaian kegiatan.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar dukungan anggaran yang tersedia dapat digunakan sesuai kebutuhan festival dan tetap menempatkan ritual adat sebagai bagian utamanya.
“Kalau sebelumnya fokus pada ritual Beliam sebagai inti festival sampai larung jakit. Nanti akan kita bahas lagi bersama Lembaga Adat. Dengan dukungan anggaran yang ada, mungkin bisa ditambahkan rangkaian kegiatan lainnya,” kata Budi.
Pembahasan bersama pihak adat sekaligus menjadi tahapan untuk memfinalisasi konsep Festival Nondoi sebelum pelaksanaan pada November mendatang














