Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AdvertorialPenajamPPU

Jelang Gelar Kehormatan Bupati di Nondoi, Disbudpar PPU Ingatkan LAP Soal Urutannya

7
×

Jelang Gelar Kehormatan Bupati di Nondoi, Disbudpar PPU Ingatkan LAP Soal Urutannya

Sebarkan artikel ini

Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor dijadwalkan menerima gelar kehormatan adat Kakah Demong Agung Nata Negara pada pembukaan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026, 9 November mendatang.

Gelar tersebut bukan kali pertama diberikan kepada kepala daerah PPU. Sebelumnya, gelar yang sama diberikan kepada Yusran Aspar pada 2007 dan Abdul Gafur Mas’ud (AGM) pada 2018.

Dengan pemberian kepada Mudyat, gelar Kakah Demong Agung Nata Negara akan tercatat untuk ketiga kalinya digunakan kepala daerah PPU.

Kabid Kebudayaan Disbudpar PPU, Aji Luqman Panji, mengatakan riwayat pemberian gelar tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama Lembaga Adat Paser (LAP).

“Untuk Bupati nanti kita masukkan pemberian gelar kehormatan dalam acara pembukaan Nondoi tanggal 9. Biasanya gelarnya Kakah Demong Agung Nata Negara. Ini yang perlu kita bicarakan dengan teman-teman LAP, karena sebelumnya sudah pernah diberikan kepada bupati,” kata Aji, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, Yusran Aspar menerima gelar tersebut saat pengukuhan Dewan Adat Paser di Gunung Steleng pada 2007. Gelar yang sama kembali diberikan kepada AGM dalam Festival Nondoi 2018.

“Pertama tahun 2007 Pak Yusran Aspar, kemudian tahun 2018 Pak AGM juga mendapat gelar Kakah Demong Agung Nata Negara. Jadi nanti Pak Mudyat ini yang ketiga untuk kepala daerah,” ujarnya.

Menurut Aji, pembahasan bersama LAP diperlukan agar riwayat pemberian gelar kepada kepala daerah tetap tercatat dengan baik, termasuk membedakan penggunaannya berdasarkan urutan penerima.

“Jadi perlu diperhatikan juga, ini Kakah Demong Agung Nata Negara yang ketiga untuk kepala daerah. Supaya jelas nanti gelar yang diberikan kepada Bupati sekarang dengan yang sudah pernah diberikan sebelumnya,” katanya.

Pemberian gelar direncanakan dilakukan langsung dalam seremoni pembukaan Festival Nondoi 2026. Pembahasan teknis bersama LAP masih berjalan sebelum acara digelar.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *