Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DaerahKukarTerkini

Program RT-Ku Terbaik Jadi Pendorong Pemerataan Akses Internet Desa di Kukar

16
×

Program RT-Ku Terbaik Jadi Pendorong Pemerataan Akses Internet Desa di Kukar

Sebarkan artikel ini

Kukar — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memprioritaskan pemerataan akses internet hingga ke pelosok desa melalui program Rukun Tetangga-ku Terbaik (RT-Ku Terbaik). Langkah strategis ini diambil untuk memperluas konektivitas digital masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini masih terkendala keterbatasan jaringan.

​Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pemenuhan akses internet menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut. Pemkab berkomitmen agar warga pedesaan memiliki kesempatan setara dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

​“Lewat program RT-Ku Terbaik, kami menempatkan prioritas tinggi untuk memastikan layanan internet hadir merata di seluruh desa di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Aulia, Kamis (15/10/2026).

​Upaya pemerataan ini menghadapi tantangan geografis yang tidak sedikit. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, wilayah kabupaten ini membentang di 20 kecamatan yang mencakup 193 desa, 44 kelurahan, serta 3.212 RT. Luasnya sebaran permukiman inilah yang menjadi pertimbangan utama pemerintah untuk memperluas jangkuan hingga tingkat RT.

​Aulia menjelaskan, keberadaan akses internet tidak sekadar ketersediaan jaringan, melainkan sarana penting untuk membuka peluang ekonomi, mempermudah akses informasi, serta mendukung layanan publik digital bagi warga.

​“Internet harus menjadi sarana yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya tersedia di titik-titik tertentu. Kami ingin desa-desa di Kukar punya akses yang mampu mendukung kebutuhan warganya,” tegasnya.

​Meski Pemkab Kukar telah menjajaki berbagai opsi perluasan—termasuk penggunaan internet berbasis satelit—penentuan teknologi dan skema penyediaan jaringan tetap memerlukan perhitungan cermat, terutama terkait kondisi wilayah dan keberlanjutan biaya operasional.

​Aulia menambahkan, karakteristik geografis Kukar yang beragam membuat kebutuhan konektivitas tiap wilayah berbeda-beda. Oleh karena itu, skema penyediaan internet perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi, kebutuhan pengguna, serta ketersediaan anggaran pemeliharaan jangka panjang.

​“Melalui RT-Ku Terbaik, pengadaan internet dialokasikan sebagai salah satu prioritas yang dapat direncanakan langsung dalam penyusunan kegiatan di tingkat RT,” terangnya.

​Ia berharap, penyediaan fasilitas internet tidak berhenti pada tahap pengadaan fisik semata, melainkan berdampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

​“Harapan kami, akses internet semakin merata dan dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Pelaksanaannya tentu harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi spesifik masing-masing wilayah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *