Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Penajam Paser Utara terus mematangkan persiapan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026. Gelaran budaya terbesar Paser ini dijadwalkan berlangsung 9 hingga 12 November mendatang.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan pematangan dilakukan bersama event organizer dan Lembaga Adat Paser (LAP) untuk memastikan rangkaian acara berjalan khidmat dan meriah.
“Fokus utama kita tetap pada sakralnya ritual adat. Itu ruhnya Nondoi. Di samping itu, kami juga akan menggelar prosesi pemberian gelar kehormatan adat kepada Bupati PPU serta parade budaya dari empat kecamatan,” jelas Safwana, Rabu (14/10/2026).
Untuk kemasan lomba kebudayaan, Safwana menyebut pihaknya masih melakukan finalisasi kategori.
“Besok kami kembali duduk bersama LAP untuk mematangkan konsep dan membahas lomba kebudayaan, karena kategori belum diputuskan,” ujarnya.
Dukungan anggaran Nondoi tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Dari alokasi awal Rp200 juta, mendapat tambahan Rp100 juta melalui APBD Perubahan, serta dukungan Rp50 juta dari aspirasi DPRD. Total anggaran kini mencapai Rp350 juta.
“Tambahan anggaran ini tentu menjadi dorongan bagi kami untuk menyajikan Nondoi yang lebih berkualitas. Kami terus mempertahankan nilai dari Festival, baik ritual maupun pertunjukkan yang melibatkan pelaku budaya,” kata Safwana.
Secara rangkaian, festival akan dibuka secara resmi, dilanjutkan pada malam harinya ritual adat oleh lembaga adat. Penampilan delegasi budaya dari empat kecamatan di PPU direncanakan mengisi malam kedua dan ketiga. Serta penutupan acara dengan prosesi larung jakit. (Adv)














