Penajam – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan konsep konektivitas destinasi wisata pesisir dengan menghubungkan Pulau Gusung, Pantai Tanjung Jumlai hingga kawasan mangrove dalam satu paket perjalanan.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar PPU, Yudhistira Arlianta, mengatakan Pulau Gusung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi unggulan. Saat ini, kunjungan ke pulau tersebut banyak ditawarkan melalui paket wisata yang dikelola Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK).
“Selama ini paket wisata ke Gusung sudah berjalan, termasuk untuk snorkeling dan diving. Ke depan kami ingin menghubungkannya dengan destinasi pesisir lain, sehingga wisatawan tidak hanya datang ke satu titik,” kata Yudhistira, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, pengembangan Gusung tetap harus memperhatikan kawasan terumbu karang. Disbudpar pun berkoordinasi dengan KOMPAK yang selama ini menjaga kawasan konservasi sekaligus memberikan edukasi kepada wisatawan.
“Di Gusung ada kawasan konservasi terumbu karang yang harus dijaga. Kami berkomunikasi dengan KOMPAK supaya aktivitas wisata tetap berjalan, tetapi bagian yang menjadi kawasan konservasi tetap terlindungi,” ujarnya.
Konsep konektivitas tersebut nantinya dapat dikembangkan dalam bentuk paket wisata yang menggabungkan beberapa destinasi pesisir.
Wisatawan bisa mengunjungi Gusung untuk snorkeling atau diving, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pantai Tanjung Jumlai maupun kawasan mangrove.
Yudhistira mengatakan pola tersebut juga memberi ruang untuk menggabungkan unsur wisata dan edukasi dalam satu perjalanan.
“Jadi ada bagian yang bisa dikembangkan untuk wisata, ada pula bagian yang harus dijaga. Daya tarik wisatanya tetap ada, edukasinya juga berjalan,” jelasnya.
Disbudpar PPU selanjutnya akan mematangkan konsep konektivitas tersebut bersama pengelola destinasi dan pelaku wisata pesisir.
(Adv)














